Langsung ke konten utama

Postingan

puisi kecewa

Menangis By : Annisa Kenapa pipi ini harus basah lagi dengan air mata ya rabb….. Kenapa hati ini harus kembali tersakiti ? Kenapa, air mataku harus jatuh di saat aku sangat berharap pelangilah yang mewarnai wajahku. Dan kenapa pula, air mata ini harus menetes karena sebab yang selalu sama . KECEWA Aku ingin tersenyum seperti mereka Aku ingin melihat indahnya hariku dengan senyuman walaupun hanya sehari Aku ingin melihat wajahku bersinar karena senyuman bukannya redup karena kesedihan dan kekcewaan Apakah salah jika aku seperti ini ? Apakah salah jika aku berharap ? Dan apakah salah jika aku menangis lagi ? Hatiku sakit…. Hatiku terluka…. Hatiku kecewa…. Dan aku ingin berteriak sekeras mungkin kalau hatiku telah beku untuk bisa tersenyum lagi. Ma’af atas sikapku yang terlalu cengeng Ma’af atas sikapku yang terlalu banyak menuntut Dan ma’af jika aku menangis di depanmu Karena sikapmu yang membuat hatiku merintih kesakitan

puisi sedih

Tapi By : Annisa Senyum itu bukannya indah ? Tapi, kenapa kau hanya buat aku menangis Tersenyum itu bukannya menawan ? Tapi, kenapa kau hanya buat aku cemberut Katanya…. Sekarang kau ada dan selamanya kan ada buatku Tapi, kenapa sekarang justru kau menghilang Haruskah aku tetap mempercayaimu ? Tapi, kenapa kau selalu buatku ragu Dulu…. Kau genggam erat tanganku hingga aku terdiam Tapi, dimana genggaman tangan itu sekarang ? Bahkan dirimu tak sanggup kutemukan Kau pergi dan menghilang Hingga aku terdiam beku di penghujung penantian Adakah dirimu kan kembali ?

cerpen sedih

Pengetuk Hati Raifah By : Anisa Matanya berkaca-kaca, siap meneteskan air mata. Entah kenapa mendengar suara itu, hatinya mendadak risau. Di sergap rasa penasaran. Di balik jendela mesjid ia hanya mampu melihat orang itu dari belakang, sedikitpun ia tidak dapat melihat wajah orang yang sudah membuat hatinya bergetar hebat. Raifah, gadis itu hanya mampu memendam rasa penasarannya dan akhirnya kembali ke rumah dengan penuh tanda Tanya. “ Tuhan, pertemukan aku dengan orang itu lagi.” Pinta Raifah dalam hati. Ke esokan harinya, Raifah mendatangi tempat itu lagi. Di temani Asyifa sahabat baiknya, ia berharap dapat bertemu dengan orang itu.             “ Dimana orang itu ?”                         “ Siapa ?” “ pemuda yang duduk di dekat mimbar kemarin, pemuda yang membaca ayat al-qur’an.” Asyifa terperanga...

puisi esai

Surat Untuk Ayah <.1.> Menangis… Entah kenapa melihat surat kecil itu Hati menjadi pilu Memberontak dan siap berteriak Perlahan Air mata semakin deras bercucuran dari mataku yang sipit Namun, sebelum air mata membasahi pipi terlalu lama Segera ku usap dan kuganti dengan senyuman Tuhan… Inikah jawaban dari do’a-do’aku selama ini ? Inikah jawaban dari pertanyaanku selama ini ? Tuhan…. Andai mereka tahu Aku bersyukur dekat denganMU Tabah dalam setiap cobaan dan ujianMU Dan menjadikanmu pelabuhan terakhirku mengadu Aku bersyukur bertuhankan engkau ya Allah Satu persatu bayangan masa lalu yang kelam mulai menghampiri Saat dimana yang menjadi sahabat hanyalah tangisan dalam do’a Hidup dalam deraian air mata Tenggelam dalam lautan kesedihan Saat itu usiaku masih tujuh tahun Usia dimana saatnya merasakan manisnya menimba ilmu Bermain dan melihat indahnya dunia Tapi tidak, itu tidak terjadi padaku anak yang malang. Beg...